Sunday, June 24, 2012

Mengalami Goncangan

Siapa sih orang yang suka direndahkan, ditindas atau diperlakukan tidak adil ? semua orang pasti akan menolak untuk mengalaminya. Kalau bisa orang lain saja yang mengalaminya jangan dirinya. Tetapi kalau ternyata proses itu adalah untuk membentuk karakter kita, yang tanpa kita sadari ternyata selama ini kita sudah berada di zona nyaman bertahun-tahun lamanya, kita ada dalam ketakutan dan kekuatiran senantiasa, sehingga kita harus digoncangkan, seperti induk rajawali yang sedang menggoncangkan anaknya untuk mengajarinya terbang dengan menjatuhkannya sehingga seakan-akan induk itu kejam padahal induk itu senantiasa menopang anaknya. Demikian juga dengan Tuhan, dimana seakan-akan Tuhan itu begitu tega membawa kita seperti berada di padang yang gersang, seolah-olah tidak ada tanda-tanda kehidupan atau kita seperti domba di tengah-tengah serigala yang setiap saat bernafsu untuk menerkam / memangsa kita. Sehingga membuat kita begitu ketakutan dan kuatir,  membuat kita menjadi bimbang dan ragu atas janji dan kemampuan Tuhan untuk memelihara kita dan menggenapi rancangan-Nya dalam hidup kita. Kita menjadi pesimis, hilang pengharapan bahkan menjauh dari Tuhan, kecewa dengan Tuhan dan tidak lagi mempercayai  dan memegang kebenaran-Nya dan Firman-Nya di dalam hidup kita. Kita menyalahkan situasi yang terjadi, kita menyalahkan orang-orang di sekitar kita, atau mungkin kita juga menyalahkan Tuhan bahkan menyesali  nasib kita sehingga kita jatuh dalam dosa menjadi tawar hati, mengeluh dan penuh kepahitan.
Tetapi sesuai Firman-Nya katakan "Jika kamu mengetahui kebenaran, kebenaran itu akan memerdekakan kamu", ternyata barulah mata rohani kita tersingkap, setelah Tuhan menyatakan area-area yang belum dbebaskan dalam kehidupan kita, mungkin ketakutan dan kekuatiran yang selama ini  mencengkeram pikiran dan perasaan kita yang membuat kita tidak mau melangkah sehingga tidak bisa menggenapi panggilan Tuhan dalam hidup kita. Ketakutan dan kekuatiran kita bisa begitu banyak daftarnya : mungkin takut gagal, takut ditolak, takut mempunyai kekurangan (ingin sempurna) , takut salah, takut dimusuhi, takut dibenci, takut konflik, takut dikritik, takut dihina/ dipermalukan, takut direndahkan, takut diremehkan / dipandang sebelah mata, takut dianggap bodoh,  takut tidak dihargai, takut menghadapi orang, takut kesepian, takut miskin, takut mati, takut sakit, takut sengsara, takut penderitaan, takut menghadapi masalah, takut hidup susah, takut tidak menikah, takut untuk menghadapi kenyataan, takut menghadapi masa depan, dsb. 

Ketakutan-ketakutan itu sudah membelenggu kita selama ini, baik disadari maupun tidak, sehingga membuat kita lebih suka ada di zona nyaman daripada melangkah, bertindak dan menyingkirkan  / melawan ketakutan tsb. Kita lebih memperhatikan apa yang terjadi di sekeliling kita, yang mungkin akan melemahkan iman kita daripada memandang  dan fokus pada Tuhan Yesus. Kita juga lebih mendengarkan kata-kata orang di sekitar kita, yang bukannya membangun dan menguatkan kita, malahan menyakitkan dan menjatuhkan daripada kita mendengarkan perkataan Tuhan Yesus yang memberikan kekuatan dan juga sebagai senjata kita..

Mana yang kita pilih? Hidup dalam ketakutan dan kekuatiran atau Hidup dalam Kristus Yesus yang memberikan pembebasan bagi kita asal kita mau seturut Firman-Nya?

Jangan lihat keadaan kita, jangan lihat sekeliling kita, apapun yang terjadi Tuhan beserta kita dan tidak pernah meninggalkan kita.
Kuatkan dan teguhkan hatimu.


Percayalah, apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia.

No comments:

Post a Comment